Ramos, Bek Yang Mampu Mencetak Gol Ke Gawang Lawan Selama 16 Musim Di Liga Spanyol

http://www.ligadunia.net/

Ligadunia.Net,Jakarta,— Sergio Ramos mencetak rekor di La Liga. Dia selalu mencetak gol dalam 16 musim berlaga di kompetisi terelite di Spanyol. Anehnya, Ramos bekerja sebagai bek tengah, bukan gelandang maupun penyerang depan.

Butuh 11 pertandingan untuk Ramos terdaftar gol untuk Madrid di musim 2019/20. Ramos mencetak gol pertamanya dari titik penalti melawan Leganes, Kamis (31/10).

Dengan tujuan ini, Ramos terus kebiasaan selalu mencetak gol di setiap musim Liga sejak bergabung Madrid pada tahun 2005. Seperti dilansir Ligadunia.net total ia telah selalu mencetak gol dalam 16 musim terakhir, termasuk saat mulai karirnya di Sevilla di musim 2004/2005. Rekor ini dipegang oleh Lionel Messi.

Ramos adalah pencetak gol mengesankan untuk Madrid. Dia memberikan kontribusi 85 gol, 62 di antaranya mengakibatkan Liga. Dari 62 gol yang Ramos adalah bek dengan pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Sehari setelah Gerard Pique dari Barcelona (28 gol) dan rekan setimnya Marcelo (25 gol). Sementara pemegang rekor pencetak gol bek sepanjang masa masih dipegang oleh Fernando Hierro dengan 106 gol juga pemain Madrid.

Di Liga Champions, sering Ramos mencetak gol penting bagi Madrid. Rekan setimnya Luka Modric tujuan kekaguman memori ditandai dengan Ramos di final Liga 2014 Champions melawan Atletico Madrid. Dia bahkan menganggap tujuannya adalah untuk mengubah sejarah sepakbola Eropa.

Pada saat itu, Ramos mencetak gol dengan sundulan. Tujuan di menit injury time ketika ia dipaksa permainan masuk ke fase ekstra babak.

“Sulit untuk membuat keputusan seperti itu. Mungkin alasan mengapa tujuan ini mengubah sejarah sepakbola Eropa. Madrid banyak dalam kejuaraan, tapi kami tidak pernah mengangkat trofi Liga Champions selama 12 tahun, “kata Modric, dikutip AS.

“Tujuannya adalah untuk mengubah segalanya. Mental, kami telah berubah. Dari titik itu, kami mulai lagi begitu kuat di panggung Eropa. Ini menggambarkan pentingnya kesehatan mental di sepak bola, “tambahnya.

Kemenangan Madrid di pertandingan ini cukup fenomenal untuk membawa Madrid menjuarai Liga Champions untuk ke-10 kali atau biasa disebut La Decima. Modric menganggap bahwa kemenangan memiliki perubahan besar.

“Tim-tim lain takut untuk kembali setelah 2014 kejuaraan,” katanya.